Selasa, 25 September 2012

Standar kompetensi literasi informasi untuk perguruan tinggi

ACRL (Association of College and Research Libraries)



Literasi informasi didefinisikan sebagai set of abilities to ‘recognize when information is needed and have ability to locate, evaluate, and use needed information effectively “Kemampuan untuk mengetahui ketika informasi dibutuhkan dan kemampuan untuk menemukan, mengevaluasi dan menggunakan informasi secara efektif.” [1]
Untuk mengetahui atau mengukur kemampuan literasi informasi bagi setiap mahasiswa, dibutuhkan sebuah panduan atau standar. Beberapa negara telah mengembangkan standar untuk pengajaran dan penilaian tetap untuk information skill. Salah satu negara yang telah menggunakan standar adalah USA. Rumusan tentang standar kompetensi literasi informasi untuk pendidikan tinggi pernah dilakukan oleh Association of Collage and Research Libraries Standards Committee dan hasilnya juga diakui oleh Tie Board of directors of the Association of Collage and Research Libraries (ACRL) dan pada suatu pertemuan yang diselenggarakan oleh American Library Association di San Antonio, Texas ACRL (Association of Collage and Research Libraries, 2000) Meminta pengesahan pengumuman standar ini dari para professional dan asosiasi akreditasi di perguruan tinggi. Standar kompetensi literasi informasi untuk pendidikan perguruan tinggi menyediakan kerangka kerja untuk mengidentifikasikan individu yang memiliki kompetensi literasi informasi. Dalam kompetensi ini, ada lima standar dan dua puluh dua indikator. Standar berfokus pada kebutuhan mahasiswa di pendidikan tinggi. Standar ini juga menampilkan daftar hasil untuk menilai perkembangan kompetensi informasi mahasiswa.[2] Setelah beberapa pertemuan, diskusi dan publikasi ACRL, pesoalan dokumen tentang information literasi competensi standards for higer education (ACRL 2000) kemudian disahkan oleh AAHE (American Association of Higer education).[3]
Berikut garis besar standar kompetensi literasi informasi perguruan tinggi yang ditetapkan oleh Association of College and Research Libraries pada tahun 2000. 
1.      Standar pertama menyebutkan bahwa mahasiswa yang melek informasi dapat menentukan kebutuhan informasinya.
2.      Standar kedua menyebutkan bahwa mahasiswa yang melek informasi dapat mengakses informasi yang dibutuhkan secara efektif dan efisien
3.      Standar ketiga menyebutkan bahwa mahasiswa yang melek informasi dapat mengevaluasi informasi dan sumber-sumber informasi secara kritis dan menyatukan informasi terseleksi kedalam penngetahuan dasarnya dan sisitem nilainya
4.      Standar keempat menyebutkan bahwa mahasiswa yang melek informasi, secara perorangan atau sebagai anggota dari sebuah kelompok, dapat menggunakan informasi secara efektif untuk mencapai tujuan tertentu.
5.      Standar kelima menyebutkan bahwa mahasiswa yang melek informasi dapat memahami isu–isu ekonomi, legal, dan sosial yang melingkupi penggunaan informasi dan akses penggunaan informasi menurut etika dan hukum.





[1] Hannelore Rader. Information literacy a global perspective. (London: Facet publishing),  h. 27
[2]Hasugian, Jonner. “Urgensi literasi informasi dalam kurikulum berbasis kompetensi di perguruan tinggi.” Jurnal Pustaha: Jurnal studi Ilmu Perpustakaan, vol. 4. no. 2, Desember 2008, h.38 artikel diakses 15 Febuari 2011 dari http://DOAJ.org.
[3] Hannelore Rader, Information iteracy a global perspective, (London: Facet publishing), h.28



Jumat, 08 Juni 2012



MENEMUKAN INFORMASI  DI PERPUSTAKAAN

Bagaimana menemukan koleksi- koleksi di perpustakaan, secara cepat efektif dan efisien?

Seseorang yang mengetahui akan bagaimana pengorganisasian koleksi perpustakaan maka hal itu akan lebih mudah karena orang tersebut jauh lebih mengerti akan tataletak koleksi yang ditempatkan di rak-rak. Bagi seorang pustakawan untuk menemukan buku merupakan hal yang mudah karena dia sudah mengetahui bagaimana buku diklasifikasi, bagi seorang mahasiswa ilmu perpustakaan hal tersebut juga merupakan hal yang mudah karena dia sudah mempelajari bagaimana buku diklasifikasi. tapi bagaimana sesorang yang belum paham akan klasifikasi koleksi perpustakaan (buku). Meskipun banyak jenis sistem klasifikasi di dunia akan tetapi, kebanyakan perpustakaan di Indonesia menggunakan DDC (Dewey decimal clasification).

DDC (Dewey Decimal Clasification) yaitu sistem persepuluhan yang dibagi berdasarkan disiplin ilmu. DDC ini digunakan untuk pedoman pembuatan notasi atau nomor kelas untuk subjek-subjek umum. Secara garis besar, pembagian disiplin ilmu berdasarkan DDC pada kelas utama yaitu:
000 karya umum
100 ilmu filsafat dan psikologi
200 agama-agama
300 ilmu-ilmu sosial
400 bahasa
500 ilmu-ilmu murni
600 ilmu-ilmu terapan
700 kesenian dan olahraga
800 kasusteraan
900 geografi dan sejarah
Setiap kelas utama dibagi menjadi 10 bagian yang disebut divisi atau ringkasan kedua (second summary). Kemudiana setiap divisi dibagi lagi menjadi 10 bagian seksi atau ringkasan ketiga (third summary). Setiap seksi atau ringkasan ketiga, diperinci lagi menjadi sub seksi.
Untuk lebih mudah mengingat akan klasisfikasi tersebut, maka akan lebih mudah apabila klasifikasi tersebut dikaitkan dengan kehidupan sehari –hari yaitu:
Pertanyaan pertama
SIAPA SAYA ?
100 FILSAFAT DAN PSIKOLOGI
orang berpikir akan dirinya sendiri

pertanyaan kedua
SIAPA YANG MENCIPTAKAN SAYA?
200 AGAMA
Orang berpikir akan penciptanya

Pertannyaan ketiga
SIAPA YANG TINGGAL DI GUA SEBELAH
300 ILMU – ILMU SOSIAL
Orang berpikir tentang orang lain

Pertanyaan keempat
BAGAIMANA SAYA MEMBUAT ORANG LAIN MENGERTI SAYA?
400 FILOLOGI – BAHASA
Orang belajar untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui kata – kata dan isyarat.

Pertanyaan ke-lima
BAGAIMANA SAYA MEMAHAMI ALAM DAN DUNIA SEKITAR SAYA?
500 Sains
Orang belajar memahami udara, daratan, dan lautan

Pertanyaan ke-enam
BAGAIMANA SAYA MENGAPLIKASIKAN APA YANG SAYA TAHU TENTANG ALAM?
600 Sains terapan
Orang membuat sesuatu yang dapat mempermudah kehidupan

Pertanyaan ke- tujuh
BAGAIMANA SAYA MENIKMATI WAKTU SENGGANG SAYA?
700 seni dan refleksi
Orang belajar melukis, menggambar, menciptakan musik dll

Pertanyaan ke- delapan
BAGAIMANA SAYA DAPAT MENYAMPAIKAN TENTANG KEPAHLAWANAN SESEORANG?
800 sastra
Orang menjadi penutur cerita; menulis cerita kepahlawanan, binatang, puisi, dll. Ia menulis orang lain dapat menikmatinya.

Pertanyaan kesembilan
BAGAIMANA SAYA MENINGGALKAN REKAMAN KEPADA ORANG LAIN DIMASA MENDATANG?
900 sejarah, geografi dan biografi
Orang menulis apa yang terjadi, kapan itu terjadi dan siapa pelakunya.

Pertanyaan ke- sepuluh
NOMOR YANG LAIN?
000 karya umum
Nomor ini untuk buku yang mengandung informasi pada beberapa subjek seperti ensiklopedi, kamus, atlas, dan buku referensi, lainnya kebanyakan buku –buku ini terdapat  pada koleksi referensi.
 Dengan memehami klasifikasi secara umum kita akan mengetahui, letak buku yang kita cari dimana kelompok buku yang kita cari,,,

Sumber bacaan
Ida farida Dkk. Information literacy: dasar pembelajaran seumur hidup. Jakarta: UIN press. 2005